Judul : Tidur dengan TV Nyala: Rahasia Psikologis di Balik Kebiasaan Unik Ini
link : Tidur dengan TV Nyala: Rahasia Psikologis di Balik Kebiasaan Unik Ini
Tidur dengan TV Nyala: Rahasia Psikologis di Balik Kebiasaan Unik Ini
212news.CO - Bisa jadi Anda sudah pernah melihat orang yang gemar tertidur dengan televisi menyala. Hal tersebut kerap kali dipandang sebagai pemborosan energi atau gangguan terhadap mutu istirahat, namun dari sudut pandang ilmu kejiwaan, masih ada alasannya tersendiri yang mendasari tingkah laku aneh itu.
Orang-orang semacam itu mungkin menunjukkan beberapa ciri khas atau perilaku tertentu yang menggambarkan bagaimana mereka berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
Menurut artikel di Personal Branding Blog, berikut terdapat 7 tingkah laku yang umumnya berkaitan erat dengan kebiasaan tersebut.
1. Takut Keheningan
Untuk beberapa individu, ketenangan justru dapat menimbulkan perasaan cemas. Keteduhan pada malam hari sering kali menciptakan sensasi kesendirian atau bahkan kewaspadaan yang sukar untuk dinyatakan. Bunyi televisi yang berkelanjutan menjadi cara untuk melengkapi keriuhan tersebut dan sebagai alat pengalih dari pemikiran-pemikiran yang menganggu.
Pada bidang psikologi, hal ini biasanya berhubungan dengan dorongan untuk merasakan koneksi atau menyingkirkan pikiran kompleks yang bisa menyebabkan ketidaknyamanan. Oleh karena itu, baginya, bunyi televisi tidak hanya merupakan sebatas nada latar, tetapi juga cara melepaskan diri dari kesunyian yang begitu mengusik.
2. Kemampuan Multitasking
Entah percaya atau tidak, banyak orang yang biasanya tertidur dengan televisi menyala justru memiliki kemampuan otak dalam menapis informasi. Hal ini disebabkan oleh rutinitas tidur bersamaan dengan adanya bunyi latar belakang, sehingga tanpa sadar mereka telah melatih dirinya untuk memusatkan perhatian hanya pada aspek-aspek yang relevan dan mengesampingkan elemen-elemen lainnya.
Sayangnya, perilaku ini pun dapat merugikan mutu istirahat mereka. Pencahayaan berwarna biru dari televisi mampu menciptakan gangguan pada pola siklus alami tubuh, sehingga menyulitkan untuk masuk ke tahap tidur yang nyenyak. Walaupun demikian, kecenderungan melakukan tugas-tugas secara bersamaan tersebut mencerminkan tingkat fleksibilitas dan penyesuaian diri mereka dalam mengelola beberapa aktivitas sekaligus.
3. Imajinatif
Televisi yang menayang sebelum beristirahat kerap kali membuka jalan ke imajinasi tanpa batasan. Untuk orang-orang dengan sisi kreatif, gambaran dari tontonan televisi maupun film dapat merangsang mimpi yang penuh warna serta mendorong lahirnya inspirasi baru.
Dalam bidang psikologi, hal tersebut berhubungan dengan jaringan modus standar (DMN) dalam otak, yang menjadi aktif ketika seseorang biarkan pikirannya bebas berkelana. Ketika TV dibiarkan menyala, tanpa disadari mereka sedang menstimulasi aspek-aspek kreatif di otak. Karena itu, tak perlu keheranan apabila individu seperti ini cenderung memiliki ide-ide yang unik serta inovatif.
4. Mencari Kenyamanan
Televisi yang beroperasi dapat membawa perasaan kenyamanan serta keamanan, terlebih untuk orang-orang yang tengah menghadapi situasi sulit. Bunyi-bunyian akrab dari program kesukaan ataupun sinarnya yang redup mewujudkan atmosfer yang meredam ketegangan, serupa dengan penutup hangat yang menjaga kita.
Psikologi menunjukkan bahwa hal ini merupakan sebuah cara untuk mencari kenyamanan, dimana individu tersebut berusaha mengurangi tekanan dengan mendirikan suatu suasana yang dirasanya hangat dan familiar. Sesudah menjalani hari yang padat, televisi menjadi sahabat setianya dalam meredakan kepenatan.
5. Suka Begadang
Orang-orang yang gemar tidur sambil membiarkan televisi menyala umumnya termasuk jenis "burung hantu malam." Mereka merasa nyaman dan terhibur oleh suasana tenang dini hari yang disertai nada lembut layar kaca tersebut. Hal ini menciptakan kesan adanya sosok pendamping meskipun pada waktu-waktu saat mayoritas orang telah beristirahat.
Jenis pola tidur tersebut mungkin tak selaras dengan norma-norma kesehatan beristirahat, namun hal itu menunjukkan metode tersendiri bagi mereka untuk membagi waktu relaksasi. Menonton televisi menjadi bagian penting sebagai pendamping saat akan tertidur karena menyediakan lingkungan yang rileks menjelang akhirnya jatuh tertidur.
6. Lari dari Kenyataan
Terkadang ada orang yang memilih untuk tertidur sambil menyalakan televisi karena ingin menghindari stres kehidupan. Arus narasi dari program TV atau film memberikan versi kenyataan yang lebih ringan, tempat mereka dapat melupakan beban harian.
Dalam bidang psikologi, fenomena tersebut umumnya dikenal sebagai escapism, yakni sebuah strategi adaptasi dimana individu sesaat meninggalkan permasalahan mereka. Akan tetapi, penting untuk dipahami bahwa pendekatan seperti itu hanyalah jawaban jangka pendek, tak bisa menjadi ganti bagi metode menyelesaikan masalah dengan cara yang lebih baik dan sehat.
7. Kebiasaan yang Menantang untuk Diakhiri
Orang-orang yang terbiasa tidur sambil menonton televisi cenderung telah melakukan hal tersebut selama bertahun-tahun, menjadikannya suatu kebiasaan yang susah dibuang. Mereka kemungkinan akan merasa asing dan tak nyaman ketika berusaha istirahat tanpa adanya bunyi dari layar lebar itu. Hal ini dapat mengindikasikan bahwa mereka bergantung pada pola spesifik tertentu guna membangun suasana damai.
Psikologi mengungkapkan bahwa pola perilaku semacam itu umumnya muncul sebagai metode self-soothing, yakni suatu cara untuk memberikan kedamaian kepada diri sendiri dengan mendirikan suasana yang kelihatan familiar dan menyejukkan.
Tidur dengan televisi menyala mungkin tampak sepele, namun bidang psikologi membuktikan adanya beberapa tindakan serta penyebab dibalikkannya hal tersebut. Dari mulai menjauhi kesendatan sampai mencari ketenangan, rutinitas itu mempersembahkan gambaran unik tentang bagaimana individu tertentu merespons kehidupan mereka.
Oleh karena itu, apabila Anda menjumpai seseorang dengan kebiasaan tersebut, sadari bahwa mereka sedang mencoba cara tersendiri untuk merasa lebih damai dan tenang. Tiap tingkah laku pasti ada alasannya, dan bisa jadi kisah hidup mereka tak terlalu berbeda dari milik Anda. pri/jawapos.com )